Lokasi penelitan berada di Desa Nampu, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang berada di Zona Kendang dan masuk pada Formasi Pelang. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah dengan analisis TOC untuk mengetahui persentase material organik dan REP untuk menentukan jenis bahan organik yang ada dan untuk mengevaluasi potensi batuan shale daerah penelitian sebagai batuan induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batuan induk shale pada daerah penelitian dan hubunganya dengan rembesan migas yang ditemukan pada lokasi penelitian. Litologi yang dijumpai pada lokasi penelitian berupa perselingan napal/mudstone dan kalkarenit/grainstone pada bagian bawah dan satuan napal/mudstone dengan struktur masif pada bagian atas. Berdasarkan analisis fosil foraminifera planktonik, umur batuan lokasi penelitian adalah N5-N7 pada lapisan bawah, N6 pada lapisan Tengah dan N4-N6 pada lapisan atas. Setelah di tarik umur batuan pada lokasi penelitian memiliki umur Miosen Awal. Fasies lingkungan pengendapan lokasi penelitian berada pada Upper Interval of Parallel Lamination dan Pellitic Interval yang dicirikan oleh perselingan batuan kalkarenit/grainstone dan napal/mudstone pada bagian bawah dan satuan batuan napal/mudstone pada bagian atas dengan struktur massif. lokasi penelitian memiliki kandungan TOC sebesar 0,89% sehingga dikategorikan memiliki kekayaan bahan organik sedang (fair). Hasil analisis rock eval terhadap sampel permukaan memiliki kategori sedang (fair) sebagai batuan sumber penghasil hidrokarbon, berdasarkan perbandingan diagram TOC dan S2, Tmax vs HI dan HI vs OI sampel memiliki indikasi Kerogen type III yang cenderung menghasilkan gas. Kematangan sampel batuan induk berdasarkan nilai Tmax memiliki tingkat kematangan yang belum matang (immature). Kata kunci : Batuan Induk, Geokimia, Rembesan Migas
Copyrights © 2025