Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan agama sebagai instrumen politik identitas dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 serta menilai relevansi pendekatan dialog antar iman dalam mengurangi polarisasi sosial. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui telaah sistematis terhadap 20 jurnal terkait politik identitas, mobilisasi agama, dan dinamika sosial pada Pilkada DKI, Data dikumpulkan melalui pencarian literatur akademik dari berbagai database dan dianalisis secara tematik untuk menemukan pola utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas agama menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi perilaku pemilih, diperkuat oleh narasi media dan mobilisasi kelompok keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa politik identitas tidak hanya menentukan hasil pemilihan, tetapi juga memunculkan polarisasi yang berlangsung setelah Pilkada. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan administrasi publik berbasis dialog antar umat, dan peningkatan literasi politik diperlukan untuk meredam dampak negatif politisasi agama dan menjaga kohesi sosial di wilayah ibu kota seperti Jakarta.
Copyrights © 2025