Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DANAU RANAU DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN Aji Pangestu; Lili Erina; Dwi Mirani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 5 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i5.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan destinasi wisata Danau Ranau di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Permasalahan yang ada dilatarbelakangi oleh kurangnya pemeliharaan lingkungan disekitar Danau Ranau, sulitnya aksesibilitas bagi wisatawan, dan minimnya promosi di era digitalisasi. Teori yang digunakan ialah teori pengelolaan menurut George R. Terry yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Metode Penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pengelolaan destinasi wisata Danau Ranau dilihat dari aspek perencanaan sudah direncanakan, yakni: perencanaan pedoman/SOP, perencanaan program promosi wisata, perencanaan penyediaan sarana dan prasarana, serta perencanaan sosialisasi masyarakat sadar wisata dan sapta pesona wisata. Aspek pengorganisasian sudah terorganisir, namun masih terkendalanya petugas dalam pemeliharaan sarana dan prasarana. Aspek pelaksanaan sebagian besar telah direalisasikan, namun masih terdapat kekurangan berupa sulitnya aksesibilitas bagi wisatawan. Aspek pengawasan sebagian besar telah dilakukan, namun terdapat pengawasan yang belum dilaksanakan berupa himbauan dalam sosialisasi sapta pesona wisata. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pengelolaan destinasi wisata Danau Ranau sebagian besar telah direalisasikan, namun masih terdapat beberapa sub aspek yang belum dilakukan. Upaya yang harus dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKU Selatan yaitu: agar meningkatkan perencanaan secara berkala, berkoordinasi dengan OPD terkait dalam memelihara lingkungan maupun perawatan fasilitas, melakukan sosialisasi dan penerapan aspek sapta pesona wisata, serta dapat melibatkan influencer untuk memperluas jangkauan promosi di era digitalisasi.
Stages of E-Ticketing Public Service Policy at the North Musi Rawas Police Department Austin, Trecy; Pangestu, Aji; Masruroh, Ina
Journal of Social and Policy Issues Volume 5, No 3 (2025) July - September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v5i3.530

Abstract

This research aims to analyze the e-ticketing policy cycle implemented by the North Musi Rawas Resort Police. From planning, drafting, and approval to the implementation of electronic public services. Exploring the supporting and hindering factors in the implementation of electronic public service policies within the North Musi Rawas Police Department. Providing strategic recommendations for optimizing policies and implementation stages of electronic public services in the future. This research is motivated by various problems encountered in the implementation of e-ticketing. Using the policy cycle theory of Hupe and Hill and qualitative methods, data was collected thru interviews, observations, and documentation. The research results show that there are still people who have a poor understanding of the e-ticketing policy, namely the Suku Anak Dalam community. This presents a unique challenge for the North Musi Rawas Resort Police. The researchers also found that although e-ticketing improves traffic efficiency and compliance, there are technical constraints such as internet signal disruptions and manual administrative procedures that need to be addressed. And there are obstacles. This application makes it easier to identify violations and deters offenders, but technology and administrative integration must be improved to optimize its benefits.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Sukarami Kota Palembang Syafebri, Arrahman; Pangestu, Aji
Jurnal Publisitas Vol 12 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/publisitas.v12i1.588

Abstract

This research stems from the increasing demands of citizens for higher-quality public services at the sub-district level, with Sukarami Sub-district in Palembang City functioning as the primary provider of administrative and licensing services. This research underlines the significance of examining the impact of service quality dimensions, including tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, on citizen satisfaction. The main objective is to analyze the extent to which each dimension contributes to overall satisfaction. The research adopted a quantitative approach through a survey design. A five-point Likert scale instrument was employed to gather information from 100 respondents who were chosen through the use of stratified random sampling. The results were analyzed descriptively and supported by instrument reliability testing. The results indicate that citizen satisfaction is categorized as moderate, with a mean score of 3.26. Among the service quality dimensions, responsiveness scored the lowest (2.86), whereas tangibility received a higher score (3.07), reflecting differences in citizens’ perceptions of service provision. The relatively low reliability coefficient suggests that further refinement of the measurement instrument is required. Theoretically, the study reinforces the public service quality model in the local governance context. Practically, it provides recommendations for improving responsiveness and reliability through staff capacity building, streamlined procedures, and the adoption of digital services to enhance sustainable citizen satisfaction.
AGAMA SEBAGAI ALAT POLITIK DI IBU KOTA: STUDI KASUS ANALISIS POLITIK IDENTITAS PADA PILKADA DKI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL ADMINISTRASI PUBLIK BERBASIS DIALOG ANTAR UMAT Nur Shadrina A’dani; Achmad Rama Dandy; Ani Santia; Katriza Imania; Aji Pangestu S.A.P.
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan agama sebagai instrumen politik identitas dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 serta menilai relevansi pendekatan dialog antar iman dalam mengurangi polarisasi sosial. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui telaah sistematis terhadap 20 jurnal terkait politik identitas, mobilisasi agama, dan dinamika sosial pada Pilkada DKI, Data dikumpulkan melalui pencarian literatur akademik dari berbagai database dan dianalisis secara tematik untuk menemukan pola utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas agama menjadi faktor paling dominan dalam memengaruhi perilaku pemilih, diperkuat oleh narasi media dan mobilisasi kelompok keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa politik identitas tidak hanya menentukan hasil pemilihan, tetapi juga memunculkan polarisasi yang berlangsung setelah Pilkada. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan administrasi publik berbasis dialog antar umat, dan peningkatan literasi politik diperlukan untuk meredam dampak negatif politisasi agama dan menjaga kohesi sosial di wilayah ibu kota seperti Jakarta.
Pendampingan Kelompok Usaha Kemplang Panggang dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Masyarakat Desa Tebing Utara Kabupaten Ogan Ilir Lili Erina; Rizka Azzahri; Aji Pangestu; Angga Christopel Immanuel Lumban Tobing; M. Alvido Mashanriza
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8772

Abstract

Mentoring for a roasted kemplang (shrimp cake) business group in Tebing Utara Village focused on increasing production capacity, quality, and product consistency through simple yet effective appropriate technology. The program was implemented in five stages: outreach, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and program sustainability. Interventions included the use of dough rolling machines, gas stoves, and freezers to maintain raw material freshness and expedite the production process. Results showed a 150% increase in production capacity, ±90% consistency of kemplang size, and increased partner ability to operate modern equipment independently. Evaluation of product quality through thickness, texture, and simple taste tests demonstrated significant improvements. This approach not only increased production capacity but also strengthened partner independence, encouraged local innovation, and potentially replicated in other traditional food MSMEs. This mentoring program has had a positive impact on local economic development, increased the competitiveness of roasted kemplang products, and provided relevant training for business owners. Furthermore, the use of appropriate technology has shown effective results in increasing productivity without compromising product quality.
Analisis SP4N-LAPOR Dalam Transformasi Pelayanan Publik BPS Kota Palembang Tahun 2025 Saputri, Efrilia Wanda; Indriani, Tarisa Amelia; Maharani, Nabilla Dwi; Imania, Katriza; Pangestu, Aji
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v15i2.7953

Abstract

Analisis terhadap implementasi SP4N-LAPOR di BPS Kota Palembang tahun 2025 menunjukkan bahwa sistem pengaduan nasional berbasis digital ini memiliki peran penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui telaah dokumen resmi, laporan pengelolaan SP4N-LAPOR, dan literatur terkait pengelolaan pengaduan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa pengelolaan laporan di BPS Kota Palembang telah berjalan sesuai prosedur, tercermin dari penyelesaian 100 persen laporan pada periode Januari–Mei 2025 disertai mekanisme verifikasi dan tindak lanjut yang jelas. Sistem ini berkontribusi pada peningkatan akuntabilitas dan keterbukaan informasi serta mendorong pelibatan masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti rendahnya literasi digital, minimnya pemanfaatan aplikasi oleh masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan perlunya peningkatan kapasitas SDM pengelola. Secara keseluruhan, SP4N-LAPOR berperan penting dalam mendorong pelayanan publik yang lebih responsif dan modern, meskipun diperlukan penguatan sosialisasi dan dukungan teknologi agar pemanfaatannya dapat lebih optimal.
Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Tantangan dan Peluang dalam Era Reformasi Ramawati, Selvi; Ningsih, Rahma Diana Oktavia; Turrahmi, Aulia; Imania, Katriza; Pangestu, Aji
Jurnal Media Ilmu Volume 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v4i2.7457

Abstract

Era Reformasi menandai perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan Indonesia melalui penerapan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Kebijakan ini bertujuan untuk mendekatkan pengambilan keputusan kepada masyarakat, memperkuat demokrasi lokal, serta meningkatkan kualitas administrasi publik dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desentralisasi pada era Reformasi terhadap dinamika politik lokal serta mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan otonomi daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi mendorong peningkatan peran aktor politik lokal dan memperluas partisipasi ruang politik di tingkat daerah. Namun implementasinya masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain menguatnya oligarki politik lokal, praktik politik uang dan patronase, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta lemahnya sistem pengawasan dan akuntabilitas. Di sisi lain, otonomi daerah juga membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan inovasi pelayanan publik, mengoptimalkan potensi dan identitas lokal, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan desentralisasi sangat bergantung pada penguatan institusi pemerintahan daerah, kepemimpinan yang berintegritas, dan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah.Kata Kunci: Desentralisasi; Otonomi Daerah; Era Reformasi; Dinamika Politik Lokal; Administrasi Publik
Desentralisasi dan Otonomi Daerah: Tantangan dan Peluang dalam Era Reformasi Ramawati, Selvi; Ningsih, Rahma Diana Oktavia; Turrahmi, Aulia; Imania, Katriza; Pangestu, Aji
Jurnal Media Ilmu Volume 4 No. 2 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v4i2.7457

Abstract

Era Reformasi menandai perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan Indonesia melalui penerapan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Kebijakan ini bertujuan untuk mendekatkan pengambilan keputusan kepada masyarakat, memperkuat demokrasi lokal, serta meningkatkan kualitas administrasi publik dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desentralisasi pada era Reformasi terhadap dinamika politik lokal serta mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan otonomi daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka berupa artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi mendorong peningkatan peran aktor politik lokal dan memperluas partisipasi ruang politik di tingkat daerah. Namun implementasinya masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain menguatnya oligarki politik lokal, praktik politik uang dan patronase, keterbatasan kapasitas kelembagaan, serta lemahnya sistem pengawasan dan akuntabilitas. Di sisi lain, otonomi daerah juga membuka peluang bagi daerah untuk mengembangkan inovasi pelayanan publik, mengoptimalkan potensi dan identitas lokal, serta memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan desentralisasi sangat bergantung pada penguatan institusi pemerintahan daerah, kepemimpinan yang berintegritas, dan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah.Kata Kunci: Desentralisasi; Otonomi Daerah; Era Reformasi; Dinamika Politik Lokal; Administrasi Publik