Krisis moral remaja di era digital semakin mengemuka seiring derasnya arus globalisasi dan teknologi yang memengaruhi pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai sosial generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab krisis moral tersebut serta menawarkan solusi melalui pendekatan transdisipliner. Kajian teori melibatkan perspektif pendidikan, psikologi perkembangan, sosiologi budaya, literasi digital, dan nilai-nilai moral keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menghimpun dan menganalisis data dari buku, jurnal ilmiah, serta sumber digital terkini seperti gogle scholar dan garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk perilaku remaja, mulai dari degradasi etika, konsumerisme digital, cyberbullying, hingga kebingungan identitas. Lemahnya fungsi keluarga, rendahnya literasi digital, dan minimnya internalisasi nilai moral memperparah kondisi tersebut. Analisis penelitian menegaskan bahwa pendekatan transdisipliner menjadi strategi efektif untuk mengatasi krisis moral, karena mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, etika digital, pendampingan keluarga, dan nilai spiritual ke dalam satu kerangka yang holistik. Dengan demikian, dibutuhkan kolaborasi lintas disiplin untuk membangun moralitas remaja yang selaras dengan tuntutan era digital.
Copyrights © 2025