Indah Sari, Devi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA KOSIR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD Eka Yanti, Yulia; Indah Sari, Devi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 7 No. 01 (2021): Volume 07, Nomor 01, Juni 2021
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v7i01.181

Abstract

Pengembangan media KOSIR (Kotak Siklus Air) ini dilakukan karena siswa masih kesulitan dalam mengurutkan proses terjadinya siklus air dan masih kurangnya media yang digunakan dalam pembelajaran yang menyebabkan motivasi siswa pada kelas V SD masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran KOSIR (Kotak Siklus Air) yang layak dan valid digunakan dalam pembelajaran materi IPA, serta untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui implementasi media pembelajaran KOSIR (Kotak Siklus Air). Pada penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan jenis penelitian RnD (Research and Development) yang dikembangkan oleh Borg and Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa juga meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil angket motivasi belajar siswa pada uji lapangan utama sebelum menggunakan media diperoleh 52%, sesudah menggunakan media KOSIR (Kotak Siklus Air) siswa memperoleh 92%. Hal ini dikatakan bahwa motivasi belajar siswa tinggi dan meningkat sebesar 40% setelah diberikan media KOSIR (Kotak Siklus Air)
Mengatasi Krisis Moralitas Remaja Dengan Paradigma Pendekatan Transdisipliner Pada Era Digital Indah Sari, Devi; Titin Sumanti, Solihah; Riduan Harahap, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1903

Abstract

Krisis moral remaja di era digital semakin mengemuka seiring derasnya arus globalisasi dan teknologi yang memengaruhi pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai sosial generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab krisis moral tersebut serta menawarkan solusi melalui pendekatan transdisipliner. Kajian teori melibatkan perspektif pendidikan, psikologi perkembangan, sosiologi budaya, literasi digital, dan nilai-nilai moral keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menghimpun dan menganalisis data dari buku, jurnal ilmiah, serta sumber digital terkini seperti gogle scholar dan garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk perilaku remaja, mulai dari degradasi etika, konsumerisme digital, cyberbullying, hingga kebingungan identitas. Lemahnya fungsi keluarga, rendahnya literasi digital, dan minimnya internalisasi nilai moral memperparah kondisi tersebut. Analisis penelitian menegaskan bahwa pendekatan transdisipliner menjadi strategi efektif untuk mengatasi krisis moral, karena mampu mengintegrasikan pendidikan karakter, etika digital, pendampingan keluarga, dan nilai spiritual ke dalam satu kerangka yang holistik. Dengan demikian, dibutuhkan kolaborasi lintas disiplin untuk membangun moralitas remaja yang selaras dengan tuntutan era digital.
Konsep Dosa Besar dalam Perspektif Khawarij: Analisis Teologis dan Konsekuensinya Indah Sari, Devi; Novriani, Iklima; Swasta Agung, Sandi; Fadhli Azmi, Muhammad; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2182

Abstract

Pemahaman mengenai dosa besar merupakan salah satu isu fundamental dalam teologi Islam yang memunculkan perbedaan tajam antarkelompok, khususnya dalam pandangan Khawarij. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dosa besar dalam perspektif Khawarij, landasan teologis yang melatarbelakanginya, serta konsekuensi teologis, sosial, dan politik yang ditimbulkannya, baik dalam konteks klasik maupun relevansinya terhadap ekstremisme modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa kitab klasik, buku, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur pada basis data akademik seperti Google Scholar dan Garuda, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khawarij memandang pelaku dosa besar sebagai kafir yang keluar dari Islam akibat pemahaman literal terhadap nash dan relasi iman–amal yang rigid. Doktrin ini melahirkan implikasi serius berupa praktik takf?r, legitimasi kekerasan, dan fragmentasi sosial. Sebaliknya, mayoritas aliran teologi Islam menolak pandangan tersebut demi menjaga prinsip kehati-hatian dan kohesi umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kritis terhadap teologi Khawarij sebagai upaya preventif menghadapi ekstremisme keagamaan kontemporer.
Posisi Manusia di Hadapan Ilmu Menurut Hadis: Refleksi atas Tantangan Pendidikan di Era Distraksi Digital Khairani, Ridha; Indah Sari, Devi; Abdul Ghani, Farhan; Fadhli Azmi , Muhammad; Imran Sinaga, Ali
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2233

Abstract

Disrupsi teknologi dan munculnya fenomena distraksi digital yang meluas telah menciptakan tantangan yang mendalam bagi ekosistem pendidikan kontemporer. Studi ini bertujuan untuk melakukan refleksi ulang terhadap kedudukan fundamental manusia dalam menghadapi ilmu pengetahuan (intelektual dan spiritual) melalui kacamata ajaran Hadis Nabi Muhammad SAW. Secara konsisten, Hadis menempatkan manusia sebagai entitas yang secara esensial terikat pada kewajiban untuk mencari dan mengamalkan ilmu (talab al-'ilm), bahkan menganugerahkan gelar terhormat sebagai ahli waris para nabi kepada ulama. Temuan utama dari analisis tekstual ini menunjukkan bahwa nilai inti dari proses edukasi dalam Islam berpusat pada pencapaian ketakwaan dan ketundukan batin (khashyah) kepada Sang Pencipta, suatu dimensi yang jauh melampaui sekadar proses akumulasi dan transfer data semata. Prinsip ini sangat vital untuk menyeimbangkan kecenderungan pendidikan modern yang rentan tereduksi menjadi hanya data-literacy di tengah gemuruh informasi digital. Kajian ini menyoroti peran sentral dari konsep Hadis tentang ilmu yang bermanfaat ('ilm nafi'). Konsep ini menyediakan kerangka kerja etis dan epistemologis yang dibutuhkan untuk mengarahkan fokus baik pendidik maupun peserta didik. Dengan berpegangan pada 'ilm nafi', upaya pendidikan dapat secara strategis menjauhi segala bentuk distraksi dan informasi tidak produktif yang ditawarkan oleh lingkungan digital, sekaligus menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai moral (adab) sebagai hasil akhir dari pembelajaran. Pada akhirnya, refleksi Hadis ini menegaskan perlunya reorientasi filosofis dalam pendidikan untuk membentuk pribadi yang paripurna (insan kamil) yang memiliki kontrol diri, kecerdasan digital, dan integritas moral yang kokoh sebagai respons terhadap fragmentasi perhatian di era digital.