Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pernikahan pada pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling, melibatkan 385 responden yang sedang menjalani LDM. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan berdasarkan teori Fowers dan Olson (1993). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi (N = 49,6%), dengan aspek aktivitas bersama sebagai faktor yang dominan (61,6%) dan aspek komunikasi yang memperoleh kategori rendah (26%). Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tingkat kepuasan pernikahan perempuan yang lebih tinggi daripada laki-laki, hal ini perempuan lebih cenderung menyesuaikan diri secara emosional dan memiliki kemampuan coping yang lebih baik dalam menghadapi dinamika relasi jarak jauh. Selain itu, analisis berdasarkan lama LDM menunjukkan responden yang menjalani LDM lebih dari lima tahun memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dibandingkan kelompok lainnya, hal ini didukung oleh komitmen yang kuat, kemampuan adaptif, serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah bersama. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan dapat terjaga meskipun secara fisik terpisah.
Copyrights © 2025