Skoliosis merupakan kelainan struktural yang ditandai dengan adanya kelengkungan tulang belakang >10° pada bidang koronal. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi scoliosis diantaranya yaitu faktor genetik, abnormalitas jaringan ikat dan otot rangka dan faktor biomekanik. Faktor resiko penyebab yang lain yaitu penggunaan tas sekolah dan berat beban tas sekolah dapat memberikan tekanan berlebih pada vertebra sehingga dapat menyebabkan scoliosis. Penanganan scoliosis di Indonesia cenderung terlambat karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasien dan orang tua. Beberapa cara deteksi dini atau skrining scoliosis yang telah banyak digunakan di beberapa negara yaitu Adam’s forward bending test dan pengukuran menggunakan scoliometer. Adam forwad bending test digunakan untuk mengetahui apakah ada rotasi vertebra dan scoliometer digunakan untuk mengukur sudut inklinasi vertebra. Hasil survei pendahuluan pada mitra yaitu SD Muhammadiyah 5 Surakarta, didapatkan bahwa siswa belum mengetahui tentang perubahan postur skoliosis dan dampaknya terhadap fungsional anak. Tujuan dari program edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait scoliosis serta cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media booklet dapat meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pencegahan scoliosis. Rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi sebesar 1,58 poin.
Copyrights © 2025