Lereng Gunung Merapi di Desa Glagaharjo memiliki potensi wisata sekaligus kerentanan tinggi terhadap aktivitas vulkanik yang berulang. Keterbatasan jarak pandang dan pasokan listrik PLN menyebabkan pemantauan aktivitas gunung tidak dapat dilakukan secara optimal selama 24 jam. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan mitigasi risiko dan kesiapsiagaan masyarakat setempat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitigasi melalui penerapan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan program adalah mengimplementasikan sistem pemantauan berbasis CCTV yang ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid serta memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA) kepada relawan Komunitas Siaga Merapi (KSM) di Desa Glagaharjo. Metode kegiatan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PLTS berkapasitas 200 WP dengan baterai 150 Ah berhasil diintegrasikan dengan sistem CCTV pos pantau, sehingga memungkinkan pemantauan berkelanjutan tanpa bergantung pada jaringan PLN. Selain itu, pelatihan PFA berhasil meningkatkan pemahaman 25 relawan KSM mengenai penanganan awal psikososial, yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan respon cepat dan rencana tindak lanjut berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi teknologi untuk pemantauan Merapi, tetapi juga memperkuat ketangguhan psikososial masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Copyrights © 2025