Perancangan ini bertujuan menghasilkan identitas visual promosi wisata Desa Budaya Tadongkon di Kabupaten Toraja Utara, yang merefleksikan kekayaan budaya Toraja yang terjaga kelestariannya. Ketiadaan identitas visual terstandarisasi saat ini dianggap sebagai faktor pelemah citra desa sebagai destinasi budaya. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan mix method (Kualitatif dan Kuantitatif). Kerangka metode yang digunakan adalah Design-Based Research (DBR) yang dikolaborasikan dengan model perancangan Design Thinking. Studi etnografi digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk mengeksplorasi nilai budaya lokal melalui instrumen ethnographic fieldwork guide ciptaan Design Ethno Lab ITB berupa notes, canvas, dan report form. Hasil eksplorasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam proposisi 6 elemen visual utama. Prototipe logo dikembangkan dalam 3 alternatif dan dievaluasi melalui kuisioner hingga terpilih 1 desain. Logo terpilih kemudian diejawantahkan menjadi sistem identitas visual komprehensif dan diimplementasikan pada berbagai media. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan partisipatif dan kontekstual dalam perancangan desain efektif dalam menghasilkan identitas visual yang komunikatif dan relevan secara kultural, serta berpotensi mendukung pelestarian budaya dan memperkuat posisi Tadongkon sebagai destinasi budaya berkelanjutan.
Copyrights © 2025