Penelitian ini menganalisis representasi citra diri dan suara generasi Z dalam antologi puisi Dewasa Khayalan karya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar. Dengan pendekatan kualitatif estetik dan desain poetic inquiry, puisi dipandang sebagai refleksi pengetahuan dan kesadaran generasional. Sebanyak 117 puisi dianalisis melalui layered reading dan tafsir hermeneutik untuk mengungkap dimensi simbolik dan emosional. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema utama: kedewasaan sebagai proses eksistensial, ketegangan antara idealisme dan realitas, digitalisasi sebagai ruang eksistensi dan alienasi, ilmu sebagai jalan transendensi sosial, spiritualitas yang membumi, serta suara perempuan sebagai refleksi dan resistensi. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi Z menulis puisi untuk menegosiasikan identitas dan merespons keresahan modern. Penelitian ini memperkuat poetic inquiry sebagai pendekatan epistemologis sekaligus menegaskan fungsi pedagogis puisi dalam membangun refleksi dan kesadaran budaya mahasiswa.
Copyrights © 2025