ABSTRAKKawasan hutan di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengalami tekanan ekologis akibat perambahan, perladangan berpindah, kebakaran hutan, penggembalaan liar, dan konversi lahan, sehingga menurunkan tutupan vegetasi dan kualitas ekosistem. Kondisi ini mengancam keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat, sehingga keberadaan vegetasi menjadi krusial dalam menjaga fungsi ekologis kawasan. Skema perhutanan sosial memberikan akses legal kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mengelola dan memulihkan hutan, salah satunya KTH Fetomnasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas tumbuhan di Desa Sillu dalam kerangka pengelolaan perhutanan sosial, guna menyediakan landasan ilmiah bagi penguatan keberlanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Metode purposive sampling diterapkan pada 24 lahan anggota KTH. Indeks keanekaragaman jenis tingkat semai dan tiang tergolong sedang (H’ = 1,439 dan 1,848), sedangkan pancang dan pohon termasuk sedang menuju tinggi (H’ = 2,185 dan 2,144). Hasil ini menunjukkan bahwa akses legal melalui perhutanan sosial mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga vegetasi dan memulihkan fungsi ekologi kawasan.Kata kunci: Ekologi, Perhutanan Sosial, KTH Fetomnasi, INP, Keanekaragaman
Copyrights © 2025