Abstrak. Cemburu merupakan salah satu emosi manusiawi yang kompleks dan kerap timbul dalam berbagai situasi sosial. Artikel ini berupaya menganalisis cemburu dari sudut pandang dakwah Islam, dengan menelusuri dimensi psikologis, teologis, dan spiritualnya. Berdasarkan kajian literatur dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini menunjukkan bahwa cemburu, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana introspeksi dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Namun, jika tidak dikendalikan, ia berubah menjadi hasad (iri hati) yang merusak hubungan antarmanusia dan merusak tauhid. Artikel ini merekomendasikan perlunya integrasi pendekatan psikologis dan spiritual dalam dakwah untuk membantu umat mengelola emosi cemburu secara sehat dan Islami.
Copyrights © 2023