Masyarakat pesisir Pulau Penyengat memiliki potensi strategis dalam mendukung keamanan maritim, namun tingkat literasi digital dan kesadaran hukum mereka terhadap isu keamanan laut masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan keterampilan masyarakat melalui program Sosialisasi Framing Digital berbasis pendekatan Participatory Action Research (PAR). Tahapan kegiatan meliputi pemetaan sosial digital, pelatihan framing konten, simulasi pelaporan insiden, dan pendampingan lapangan. Evaluasi kuantitatif terhadap 30 responden menunjukkan peningkatan signifikan pada enam kategori utama, dengan seluruh rata-rata skor di atas 3,8. Efektivitas framing digital menjadi aspek paling menonjol (Mean 4,113), diikuti peningkatan perubahan kognitif–afektif–perilaku (Mean 4,078), yang mengindikasikan bahwa kombinasi narasi risiko personal, konten visual, dan pelatihan teknis mampu meningkatkan relevansi isu keamanan maritim dalam kehidupan masyarakat. Hasil ini menegaskan bahwa framing digital efektif sebagai strategi komunikasi untuk memperkuat kesadaran maritim dan partisipasi publik. Model ini berpotensi direplikasi pada komunitas pesisir lain untuk mendukung sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat keamanan dan kedaulatan laut Indonesia
Copyrights © 2026