Latar Belakang: Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dengan angka kejadian yang relatif tinggi baik secara global maupun nasional. Intervensi cepat dan tepat melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja, dalam melakukan pertolongan awal masih rendah.. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode flipped classroom dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait resusitasi jantung paru (RJP). Metode: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran flipped classroom (edukasi berbasis video yang dikirimkan sebelum pembelajaran tatap muka, pelatihan tatap muka yang mencakup diskusi dan praktik RJP). Untuk mengetahui efektifitas dari kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test, post-test, dan observasi keterampilan dalam melakukan RJP. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebanyak 57 siswa SMA di Kupang Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 4,84 menjadi 6,67 (p < 0,001) serta peningkatan keterampilan praktik RJP. Kesimpulan: Metode flipped classroom terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan sekolah yang mampu berperan sebagai penolong awal dalam situasi gawat darurat khususnya henti jantung.
Copyrights © 2025