Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP MANAJEMEN NYERI DI INSTALASI GAWAT DARURAT Arief Wahyudi Jadmiko
Jurnal Riset Kesehatan Vol 5, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.749 KB) | DOI: 10.31983/jrk.v5i2.1208

Abstract

Pencapaian manajemen nyeri di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kurang optimal. Nyeri adalah penyebab paling umum dengan persentase sebanyak 78%-86% dari pasien datang ke IGD. Pencapaian manajemen nyeri ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mampu memberdayakan faktor eksternal yang dapat mendukung individu dalam layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh langsung pengetahuan dan kecerdasan emosional dalam manajemen nyeri. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr Moewardi Surakarta. Desain Penelitian ini adalah desain observasional analitik kuantitatif cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2014. 30 perawat berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Pengumpulan data yang diperoleh melalui kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (⍴ = 0.451, ß = 0,146) dan kecerdasan emosional (⍴ = 0,354, ß = 0,149) secara langsung tidak mempengaruhi manajemen nyeri. Manajemen nyeri di IGD secara langsung tidak dipengaruhi oleh pengetahuan dan kecerdasan emosional perawat. Namun, ada faktor perantara lain yang mungkin akan mempengaruhinya. Peningkatan faktor internal dapat dioptimalkan dengan metode formal dan informal dan memodifikasi faktor eksternal seperti dengan menciptakan lingkungan yang nyaman
PENGARUH SECARA LANGSUNG PENGETAHUAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP MANAJEMEN NYERI DI INSTALASI GAWAT DARURAT Arief Wahyudi Jadmiko
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v8i2.115

Abstract

Achievement of pain management in the ED is less than optimal. Pain is the most common cause with the percentage as much as 78% -86% of patients come into the ED. Achievement of pain management is determined by internal and external factors. Internal factors capable of empowering the external factors that can support the individual in the service. The purpose of this study was to determine the effect of direct knowledge and emotional intelligence to pain management. This research was conducted in the ED Hospital Dr. Moewardi Surakarta. This research is a quantitative analytical observational cross-sectional design. The study was conducted in June 2014. The samples were 30 nurses. Data analysis using path analysis (path analysis). The collection of data obtained through questionnaires and observation sheets. The research results show that knowledge (⍴ = 0.451, ß = 0.146) and emotional intelligence (⍴ = 0.354, ß = 0.149) does not directly affect pain management. Management of pain in the ED was not directly influenced by the knowledge and emotional intelligence nurse. Increased internal factors can be optimized with formal and informal methods and modify the external factors such as by creating a comfortable environment.
Peningkatan Kemampuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di SMP Negeri 1 Miri dengan Metode Simulasi Arief Wahyudi Jadmiko; Wiwin Winarti; Chandra Triwahyud; Arum Pratiwi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.183 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i1.207

Abstract

ABSTRACTInjuries caused by accidents in children have increased. The most frequent place to cause an accident that is at home and school environment. Children are vulnerable to accident, high curiosity and the inability of children to analyze risks in every activity is a frequent cause of accidents. Improper first aid causes worsening injuries and death threats. An effort needs to be made to improve the ability of lay people in providing theoretical first aid, skill and confidence level. This activity aims to improve the ability of theoretical, skill and level of confidence in conducting the management of first aid in an accident. The method that is done is by using the method of simulation and evaluation learning with pretest and posttest method. The result of this activity is simulation method have positive impact to knowledge, skill and level of self confidence of participant in helping casualty by accident. This is known from the acquisition of theoretical value and the prakek of the participants at the postest level compared with the pretest valueKeywords: first aid in accident, simulation, injury, child ABSTRAKCedera yang disebabkan oleh kecelakaan pada anak mengalami peningkatan. Tempat yang paling sering menyebabkan terjadinya kecelakaan yaitu dirumah dan dilingkungan sekolah. Anak merupakan usia yang rentan dengan kejadian kecelakaan, keingintahuan yang tinggi dan ketidakmampuan anak dalam menganalisa resiko dalam setiap aktifitasnya merupakan hal yang sering menyebabkan kecelakaan. Pertolongan pertama yang tidak sesuai menyebabkan bertambah parahnya cedera yang terjadi dan ancaman kematian. Perlu suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan penolong awam dalam memberikan pertolongan pertama secara teoritik, skill dan tingkat kepercayaan diri. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ssecara teoritik, skill dan kesadaran/ tingkat kepercayaan diri dalam melakukan penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran simulasi dan evaluasi dengan metode pretest dan posttest. Adapun hasil dari kegiatan ini yaitu metode simulasi mempunyai dampak positif terhadap pengetahuan, skill dan tingkat kepecayaan diri peserta dalam menolong korban dengan kecelakaan. Hal ini diketahui dari hasil perolehan nilai teori dan prakek peserta saat postest yang dibandingkan dengan nilai pretest.Kata Kunci: pertolongan pertama pada kecelakaan, simulasi, cedera, anak
SOSIALISASI BUKU KUMPULAN MEDIA PENYULUHAN KEGAWATDARURATAN UNTUK KADER KESEHATAN DI LIMO, DEPOK Laksita Barbara; Wiwin Winarti; Arief Wahyudi Jadmiko
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media penyuluhan dapat membantu audience memahami materi dan mengingatnya. Kader kesehatan seingkali berasal dari masyarakat awam. Pemberdayaan kader melibatkan peningkatan pengetahuannya sehingga mampu mempengaruhi masyarakat yang lebih luas dalam mengubah kebiasaan sehat. Kondisi kegawatdaruratan yang terjadi di komunitas seringkali berujung cedera lebih lanjut hingga kematian ketika pertolongan pertama tidak diberikan secara tepat. Pemberdayaan kader diharapkan dapat membantu dalam menyebarluaskan pendidikan kesehatan terkait pertolongan pertama dalam menangani kondisi kegawatan. Sebuah buku kumpulan media penyuluhan hasil project mata kuliah keperawatan gawat darurat UPN Veteran Jakarta diberikan kepada kader di di daerah mitra. Kami mengevaluasi kelayakan dan kebermanfaatannya untuk para kader yang telah diberikan buku tersebut. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa materi dalam buku singkat dan mudah dipahami. Beberapa kader juga telah menggunakan buku tersebut untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan tetangga terdekatnya. Beberapa masukan diantaranya agar media dapat dilengkapi dengan video demonstrasi sehingga kader dapat mengetahui dan mengingat langkah-langkah penanganan pertama yang lebih tepat.   
Aksi Bergizi untuk Mewujudkan Remaja Bebas Anemia dan Stunting di Kota Depok Avliya Quratul Marjan; Siska Fransiske Simanungkalit; Ibnu Malkan Bahrul Ilmi; Arief Wahyudi Jadmiko
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Background: Program ini mengatasi permasalahan umum anemia dan stunting di kalangan remaja Indonesia, dan statistik yang mengkhawatirkan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja terkena dampaknya. Anemia menimpa sekitar 3 dari 10 anak usia 5-24 tahun, sedangkan stunting masih terjadi karena pemantauan gizi yang tidak memadai pada tahun-tahun awal mereka. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini sebesar 21,6% pada tahun 2022, masih jauh dari target tahun 2024. Untuk mengatasi hal ini, artikel tersebut mengusulkan kegiatan yang mendukung program pemerintah. Hal ini termasuk intervensi gizi bulanan di sekolah menengah atas yang bertujuan untuk membantu pembangunan kesehatan Kota Depok melalui inisiatif “Aksi Gizi untuk Generasi Bersinar”. Kegiatannya meliputi pemilihan duta, pelaporan kesehatan rutin, konsumsi tablet kelompok, pemeriksaan kadar hemoglobin, pendidikan gizi, praktik kebersihan, dan latihan fisik yang disesuaikan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan pasca-tes tentang anemia dan stunting di kalangan remaja, yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p<0,05) dari nilai pra-tes. Menilai Indeks Massa Tubuh berdasarkan Usia menunjukkan status gizi baik pada 52,1% remaja, dengan 31,1% mengalami obesitas dan 8,4% mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Prevalensi anemia mencapai 23,5%, sebagian besar menyerang perempuan (96,4% kasus anemia). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, mendorong tindakan proaktif terhadap kekurangan gizi melalui pendidikan tentang pola makan seimbang, kebersihan, dan asupan suplemen darah yang konsisten. Pada akhirnya, program ini berupaya untuk menanamkan kesadaran dini di kalangan remaja, yang bertujuan untuk mencegah anemia dan stunting, serta membina generasi masa depan yang lebih sehat dan lebih terinformasi.
GAMBARAN CIRCADIAN RHYTME SLEEP DISORDERS PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Jadmiko, Arief Wahyudi; Firdausi, Rieh
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v9i2.130

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan lingkungan yang overcrowded yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kondisi ini jika berlangsung secara terus-menerus maka akan menyebabkan buruknya kualitas pelayanan di IGD. Perawat merupakan profesi yang menggunakan sistem shift dalam bekerja. Kehilangan jam tidur pada shift malam hari dan faktor pencahayaan di IGD dapat menyebabkan tingginya resiko kejadian gangguan tidur/ Circadian Rhytme Sleep Disorders (CRSD) yang memicu terjadinya kelalaian dalam memberikan asuhan keperawatan, dan kecelakaan pada perawat. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran CRSD pada perawat di IGD RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pengambilan data secara cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 25 perawat IGD yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality index (PSQI). Hasil penelitian diperoleh sebagian besar berumur 30 sampai 40 tahun sebanyak 12 responden (48%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 responden (64%) dan sebagian besar responden tidak mengalami CRSD yaitu sebanyak 14 responden (56%). Kesimpulan penelitian adalah bahwa sebagian besar responden tidak mengalami CRSD. Perlu penelitian lanjutan yang mampu mengontrol variabel-variabel yang berhubungan dengan CRSD.
The Effect of Physical Exercise on Quality of Life of Breast Cancer Survivors: A Systematic Review Jadmiko, Arief Wahyudi; Kristina, Tri Nur; Sujianto, Untung; Prajoko, Yan Wisnu; Dwiantoro, Luky; Widodo, Aris Puji
Indonesian Journal of Medicine Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.337 KB) | DOI: 10.26911/theijmed.2021.6.4.441

Abstract

Background: Exercise generally improves the quality of life (QoL) in adult populations especially for patients with chronic health problems such as breast cancer. The purpose of this study was to investigate the effect of physical exercise/activity on the quality of life of breast cancer survivors. Subjects and Method: This was a systematic review study that used articles from online data­bases, such as  PubMed, Science Direct, ProQuest dan Medline, which was published from 2000 to 2021. The author used keywords of “physical exercise”, “physical activity”, “quality of life”, “breast cancer survivor”. The dependent variable was quality of life. The independent variable was physical exercise/ activity. As many as 5 articles were selected for this study from 837 articles located in South Korea, Iran, Malaysia, and China.Results: Moderate or high levels of physical activity had positive relationship on the quality of life related to overall physical health among breast cancer survivors.Conclusion: Moderate to high physical activity improve the quality of life among breast cancer survivors.Keywords: physical exercise, physical activity, quality of life, breast cancer survivor Correspondence: Arief Wahyudi Jadmiko. Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jl. Raya Limo Depok 16515 West Java, Indonesia Email: ariefw­jadmiko­@gmail.com. Mobile: 085647213628. ORCID ID https://orcid.org/0000-0002-9691-0986.Indonesian Journal of Medicine (2021), 06(04): 377-386https://doi.org/10.26911/theijmed.2021.06.04.03
Faktor Determinan Survival to Hospital Discharge pada Pasien Henti Jantung Barbara, Laksita; Pratiwi, Nabilla Aulia; Jadmiko, Arief Wahyudi
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6994

Abstract

Kelangsungan hidup setelah resusitasi pada pasien henti jantung di dunia masih rendah berhubungan dengan karakteristik pasien, penyakit penyerta, dan proses perawatan pasca-henti jantung. Penelitian tentang Survival to Hospital Discharge (StHD) masih terbatas terutama pada seting rumah sakit di Indonesia. Penelitian ini bertujuan utuk mengidentifikasi faktor determinan yang memprediksi StHD pada pasien henti jantung setelah resusitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif observasional dengan sumber data sekunder dari rekam medis pasien yang mengalami henti jantung dan mendapatkan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak 52 kasus. Analisis binary logistic regression digunakan untuk mengidentifikasi hubungan prediktor secara bersamaan. Model fit dianalisis menggunakan Hosmer-Lemeshow dan Nagelkrke R2. Faktor yang dianalisis diantaranya usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, dan durasi RJP. Analisis regresi menunjukan signifikansi model (χ²(4) = 9.60, p = 0.048), menjelaskan 22.8% varian dalam kelangsungan hidup (Nagelkerke R² = 0.228) dan menunjukan kesesuaian yang baik (Hosmer-Lemeshow p = 0.609). Penyakit penyerta merupakan prediktor signifikan (OR = 0.10, 95% CI: 0.02–0.59, p = 0.011), sedangkan usia, jenis kelamin, dan durasi RJP tidak menunjukan hubungan signifikan (p > 0.05). Faktor determinan paling signifikan dari StHD pada pasien henti jantung adalah penyakit penyerta, sedangkan faktor lain tidak menunjukan signifikansi.
Evaluasi Pelatihan Daring Training of Trainer untuk Pelatih Keperawatan Gawat Darurat Putri, Arcellia Farosyah; Pemila, Uke; Jadmiko, Arief Wahyudi; Putra, Kharisma Adytama; Kurniawan, Deny
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.87701

Abstract

Background: Training of trainer (TOT) has its own challenges due to the characteristics of the participants, who are professionals with higher experience and knowledge. This condition is even more challenging when conducting online. Thus, it is necessary to choose a andragogy learning method that can improve learning experience without reducing learning quality. Objective: To evaluate the implementation of online TOT and scrutinize an online learning method that can be applied towards experienced and knowledgeable participants.Method: This was cross sectional design research which was conducted from June to July 2023. A total of 50 people participated in this training for four days and the training was delivered through one-way lecture, problem discussion, and coaching. The training evaluation included training delivery evaluation, knowledge aspect evaluation, and practical teaching evaluation/micro teaching. Data was collected using Google Forms which consisted of closed and open questions, pre-and post-test, and teaching practice observation. Data was analyzed using univariate analysis and Wilcoxon test Results: Most of the respondents (58%) have a Bachelor's Degree in Nursing as their educational background and have work experience for more than 10 years. A total of 43 respondents (86%) work in hospitals. There were problems during online training, such as: internet instability and lack of time management. Most respondents (96%) were very satisfied and satisfied with the training. Coaching became the method chosen by most of the respondents that can facilitate constructive feedback and interaction among the trainees and facilitators. There was significant difference (p = 0,000) between pre-test and post-test score. Participant’s scores for micro teaching practical test score were 89,42 in average.Conclusion: Coaching is a recommended method that can be used as an online learning method for training with more experienced and knowledgeable participants.INTISARILatar belakang: Pelaksanaan training of trainer (TOT) memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik peserta merupakan individu yang telah berpengalaman dan memiliki pengetahuan lebih lanjut. Tantangan tersebut bertambah ketika pelaksanaan dilakukan secara daring. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran orang dewasa yang dapat memfasilitasi pengalaman belajar secara optimal tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan TOT daring dan mendiskusikan metode pembelajaran daring yang memiliki potensi untuk diterapkan pada peserta pelatihan yang sudah berpengalaman dan memiliki pengetahuan lebih lanjut.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan bulan Juni – Juli 2023. Kegiatan TOT diselenggarakan pada 50 orang peserta, secara daring selama 4 hari dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab, dan coaching. Evaluasi pelaksanaan TOT meliputi: evaluasi penyelenggara pelatihan, evaluasi pengetahuan, dan evaluasi pengalaman mengajar (penilaian micro teaching) peserta. Data dikumpulkan melalui Google Form yang berisi pertanyaan terbuka dan tertutup, pretest dan posttest, serta observasi praktik mengajar. Analisis data menggunakan univariat dan uji Wilcoxon.Hasil: Sebagian besar peserta (58%) adalah sarjana keperawatan dengan pengalaman kerja lebih dari 10 tahun. Terdapat 43 peserta (86%) yang bekerja di rumah sakit. Sebanyak 48 peserta (96%) merasa puas dan sangat puas terhadap penyelenggaraan TOT. Kendala selama pelatihan daring adalah sinyal internet tidak stabil dan kelemahan manajemen waktu. Metode coaching adalah metode yang paling berkesan karena memfasilitasi proses pemberian umpan balik dan interaksi antara peserta dan peserta lainnya, serta peserta dan fasilitator. Terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,000) terhadap nilai pretest dan posttest pengetahuan peserta. Rata-rata skor praktik mengajar (microteaching) peserta adalah 89,42.Simpulan: Metode coaching merupakan metode yang direkomendasikan untuk digunakan pada pelatihan daring dengan peserta yang memiliki kemampuan lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman peserta.
Edukasi PHBS Rumah Tangga, Pengukuran Status Gizi dan Tekanan Darah di Kampung Pemulung Pondok Kelapa Jakarta Timur Fatmawati, Iin; Marjan, Avliya Quratul; Wahyudi, Chandra Tri; Jadmiko, Arief Wahyudi; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12841

Abstract

ABSTRAK Kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan karena adanya kendala di masyarakat akibat kurangnya akses dan fasilitas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat di Kampung Pemulung dalam menerapkan PHBS dan memantau status gizi dan kesehatan untuk menghindari risiko penyakit di tingkat rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan asesmen gizi dan tekanan darah yang merupakan bagian dari PHBS serta sosialisasi PHBS kepada 45 orang ibu di RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil asesmen, lebih dari separuh peserta mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan observasi selama pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta mempunyai pola makan yang tidak seimbang. Saat kami menggalakkan PHBS, diketahui bahwa sebagian besar peserta belum pernah mendengar tentang PHBS dan tidak mengetahui cara penerapannya di tingkat rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini berhasil dengan antusiasme peserta dan aktif bertanya seputar PHBS. Dari pengabdian masyarakat ini, kami berharap peserta dapat menambah pengetahuannya tentang PHBS dan memperbaiki pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit baik menular maupun tidak menular. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kampung Pemulung, Asesmen Gizi, Promosi PHBS.  ABSTRACT Awareness of implementing Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS/ Healthy Living) needs increments because there was obstacles in community due to lack of access and facilities. The purpose of this community service was to educate community at Kampung Pemulung to implementing PHBS and monitoring nutritional and health status to avoid disease risk at household level. Method of this community service were obtaining nutritional and blood pressure assessment which are part of PHBS and promote PHBS to 45 mothers from RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, East Jakarta. According to assessment result, more than half of participants were obese and hypertension. Due to observation during the community service, most of participants had unbalance diet pattern. As we promote PHBS, it was known that most of participants had never been heard about PHBS and they did not know how to implementing at household level. This community service were succeeded by participants enthusiasm and they were active to ask about PHBS. From this community service, we hope that participants could increase their knowledge about PHBS and improve their life pattern to avoid disease risk whether communicable nor non communicable. Keywords: Blood Pressure, Kampung Pemulung, Nutrtitional Assessment, PHBS Promotion.