Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk-bentuk kekuasaan pada aplikasi Michat dan cara kerja kekuasaan itu pada era masyarakat spektakel dewasa ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi digital terhadap aplikasi Michat dengan menelaah fitur-fitur yang ada di dalamnya. Penulis menitikberatkan analisis pada fitur-fitur yang sebenarnya memuat unsur-unsur kekuasaan yang dapat mendisiplinkan tubuh para penggunanya. Selain itu, penulis juga melakukan pengkajian terhadap data-data sekunder yang ada di internet guna mendukung data primer yang dimiliki. Dalam analisis data, penulis menggunakan wacana analisis kritis untuk mengungkap praktik-praktik kekuasaan yang ada di aplikasi Michat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengguna Michat didisiplinkan tubuhnya melalui fitur-fitur aplikasi Michat yang memuat unsur-unsur post-panopticon yang mengawasi dan membelenggu para penggunanya agar terus tunduk terhadap kekuasaan aplikasi Michat yang terdistribusi pada setiap fitur-fiturnya. Dengan adanya kekuatan yang mengikat tersebut, maka keinginan masyarakat spektakel yang selalu ingin ditonton dan mempertontonkan diri semakin terdorong sehingga visualisasi tubuh yang berbau menjadi sangat masif.
Copyrights © 2025