Sinonggi merupakan makanan pokok Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara yang kaya akan filosofi budaya. Namun, proses pembuatan Sinonggi seringkali terkendala oleh kualitas tekstur yang tidak konsisten akibat ketiadaan takaran baku, hanya mengandalkan intuisi pembuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan Sinonggi, dengan fokus pada analisis variabel geometri pada alat masak dan pengaruh suhu air terhadap konsistensi adonan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep geometri berupa tabung dan setengah bola dalam penamaan satuan tradisional. Selain itu, ditemukan bahwa suhu air merupakan variabel kritis yang menentukan keberhasilan proses gelatinisasi. Simpulan dari penelitian ini adalah praktik tradisional dalam pembuatan Sinonggi memuat konsep matematis dan fisis implisit yang dapat dimodelkan untuk kepentingan pembelajaran dan standardisasi produksi.
Copyrights © 2023