Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran di kelas 9 yang menunjukkan perbedaan tingkat keterlibatan siswa, sehingga diperlukan pemahaman mengenai pengaruh hubunngan antara guru dan siswa terhadap motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan hubungan tersebut dan menjelaskan kontribusinya terhadap kesiapan belajar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner yang disusun berdasarkan indikator hubungan guru dan siswa serta motivasi belajar. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen layak digunakan dan terdapat pengaruh yang signifikan antara hubungan guru dan siswa terhadap motivasi belajar. Hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin baik interaksi guru dan siswa, semakin tinggi motivasi belajar yang ditunjukkan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi empatik dan dukungan emosional dalam memperkuat motivasi belajar.
Copyrights © 2025