Fokus kesehatan pada masa kolonial hanya pada kalangan orang-orang Eropa saja. Masyarakat Nusantara tidak tersentuh oleh layanan kesehatan pada masa itu. Fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah bagaimana perkembangan kesehatan di Nusantara, khususnya pada masa kolonial dan apa tantangan dan upaya yang dilakukan pemerintah kolonial dalam menghadapi problem kesehatan pada masa itu. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan berfokus pada empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode ini berhasil menjawab permasalahan utama dalam tulisan ini. Revolusi kesehatan ditandai dengan masuknya vaksin, penggunaan kina, dan berkembangnya ilmu kedokteran pada masa itu. Meskipun terjadi revolusi di bidang kesehatan, pada masa ini ada tantangan yang dihadapi Pemerintah Kolonial, khususnya dalam bidang kesehatan. Wabah penyakit seperti cacar mulai masuk ke wilayah Jawa pada tahun 1644. Langkah yang diambil Pemerintah Kolonial pada masa itu adalah dengan menggunakan metode variolasi. Pada masa pemerintahan VOC, para dokter Eropa menghadapi kesulitan besar dalam menangani berbagai penyakit tropis yang merebak di wilayah Nusantara. Ketidaktahuan mereka akan iklim tropis serta penyebab utama penyakit membuat tingkat kematian tetap tinggi hingga penghujung abad ke-18. Tenaga medis kolonial mulai memanfaatkan pengetahuan lokal dengan pendekatan tradisional.
Copyrights © 2025