Penelitian ini mengkaji kesalahan pengucapan dalam pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 3 tahun yang berada dalam sorotan publik, dengan fokus pada anak selebritas. Melalui studi kasus terhadapĀ Moana (putri Ria Ricis), Rayyanza Malik Ahmad, dan Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih, penelitian ini menelusuri pola kesalahan fonologis, faktor penyebab, serta dampak intervensi dini. Rekaman media yang tersedia untuk publik dan laporan orang tua dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi bentuk substitusi, penghilangan, dan distorsi dalam ujaran. Moana, yang telah didiagnosis mengalami keterlambatan bicara, menunjukkan kesalahan fonologis yang persisten meskipun menjalani terapi wicara secara berkelanjutan, menyoroti pentingnya stimulasi lingkungan awal dan keterlibatan orang tua. Sebaliknya, Rayyanza menampilkan perkembangan fonologis yang lebih normatif sesuai dengan usianya, sementara Shafiyyah juga menerima terapi wicara dan sensori intensif, yang mengindikasikan adanya pengaruh multifaktorial terhadap artikulasinya. Temuan penelitian menegaskan urgensi diagnosis dini dan intervensi yang konsisten, serta pengaruh lingkungan keluarga dan paparan media terhadap perkembangan bicara. Pertimbangan etis terkait penggunaan data publik anak selebritas juga dibahas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana anak-anak dengan visibilitas tinggi memperoleh bahasa dan menekankan perlunya dukungan terapi wicara yang terarah.
Copyrights © 2025