Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang besar dalam mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menelaah persepsi mahasiswa terhadap integrasi AI serta implikasinya terhadap kemandirian belajar. Dengan desain quasi-eksperimen non-equivalent control group dan pendekatan mixed methods, penelitian melibatkan 60 mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (AI) dan kontrol (konvensional). Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, angket, wawancara, dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibanding kontrol (∆=16,70 vs 6,30; p<0,05). Mahasiswa menilai AI positif terutama dalam aspek inisiatif, pencarian informasi, dan refleksi diri, meski muncul kekhawatiran terkait kebergantungan dan validitas informasi. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi AI dapat memperkuat pembelajaran mandiri, namun memerlukan dukungan infrastruktur, literasi digital, dan regulasi etis agar implementasinya efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026