Industri kecantikan mengalami lonjakan tren "fast beauty" dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini mencakup pembuatan dan penjualan produk kecantikan, mulai dari skincare hingga makeup, dalam tempo yang sangat cepat. Tren fast beauty, didukung oleh pengaruh media sosial dan para influencer, menuntut inovasi cepat, harga terjangkau, dan kemudahan akses. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang didistribusikan kepada 130 responden yang berdomisili di Tangerang yang merupakan konsumen kosmetik Makeover. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan social media marketing berpengaruh positif terhadap brand image. Hubungan social media marketing tidak berpengaruh secara langsung terhadap purchase intention. Hubungan brand image berpengaruh positif terhadap purchase intention. Sedangkan, terdapat hubungan social media marketing berpengaruh positif terhadap purchase intention melalui brand image sebagai mediator. Selanjutnya, terdapat hubungan parasocial interaction berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Copyrights © 2025