Kebutuhan energi di Indonesia yang terus meningkat menyebabkan ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar fosil. Sebagai solusinya, biomassa khususnya sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif terbarukan karena ketersediaannya melimpah. Energi biomassa yang akan dibuat menjadi briket diolah dan dimampatkan sehingga bentuknya lebih teratur dan mempunyai nilai kalor yang tinggi. Melalui proses penekanan dan pemanasan, sampah organik dapat diolah menjadi briket dengan nilai kalor dan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengolahan sampah organik menjadi briket menggunakan alat press hidrolik, menganalisis pengaruh variasi suhu terhadap karakteristik briket, serta menentukan kandungan proximate dan nilai kalor (Heating Heat Value). Metode yang digunakan adalah eksperimen menggunakan bahan baku sampah organik degan ukuran partikel lewat dari 18 mesh tetapi tidak lewat dari 30 mesh, variasi suhu 200℃, 250℃, dan 300℃ selama 10 menit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji thermogravimetric untuk mengetahui kandungan proximate dari briket. Hasil penelitian menunjukkan suhu karbonisasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas briket. Suhu 300℃ menghasilkan briket paling optimal dengan nilai kalor tertinggi (23.914 J/g), kandungan volatile terendah, dan fixed carbon tertinggi. Metode kompresi cetak panas menghasilkan briket padat dan kuat tanpa perekat tambahan. Nilai kalor sangat dipengaruhi oleh kandungan volatile dan fixed carbon yang dapat terlihat seiring dengan menurunnya kadar volatile dan meningkatnya fixed carbon. Pengolahan limbah sampah organik menjadi briket bisa menjadi potensi bahan bakar alternatif dengan besarnya Heating Value yang dihasilkan.
Copyrights © 2025