Perencanaan pendidikan merupakan proses fundamental dalam memastikan keberlanjutan, efektivitas, dan mutu layanan pendidikan di berbagai jenjang. Paper ini mengkaji hubungan antara perencanaan strategis dan perencanaan operasional serta implikasinya terhadap peningkatan kinerja dan daya saing lembaga pendidikan. Perencanaan strategis mencakup penetapan visi, misi, tujuan jangka panjang, serta analisis faktor internal dan eksternal menggunakan metode SWOT dan PESTEL. Analisis ini membantu lembaga mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi arah pengembangan pendidikan serta memberikan dasar bagi pengambilan keputusan strategis. Di sisi lain, perencanaan operasional menekankan penerjemahan strategi ke dalam program kerja, kegiatan pendidikan, pengelolaan sumber daya, dan monitoring capaian melalui indikator kinerja (Key Performance Indicators/KPI). Integrasi antara aspek strategis dan operasional menjadi kunci keberhasilan manajemen pendidikan, di mana visi dan tujuan jangka panjang dijalankan melalui tindakan konkret yang terukur. Tabel model integrasi strategis-operasional menunjukkan bagaimana komponen visi, tujuan, analisis lingkungan, strategi implementasi, dan evaluasi strategis dapat diselaraskan dengan program kerja tahunan, proyek pendidikan, penyesuaian terhadap kondisi lingkungan, RKAS, serta monitoring hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan perencanaan strategis dan operasional, serta menerapkan evaluasi berkelanjutan, akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan, inovatif dalam implementasi program, dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan, penggunaan data berbasis bukti, dan indikator kinerja yang jelas sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dan operasional. Dengan demikian, integrasi perencanaan strategis dan operasional menjadi fondasi utama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025