Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk, fungsi, serta implikasi campur kode yang muncul dalam percakapan antara dosen dan mahasiswa semester V Tahun 2025 di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Makassar (UNM). Data diperoleh dari transkrip interaksi di kelas pada Mata Kuliah Übersetzung in der Praxis (Praktik Penerjemahan) yang memperlihatkan percampuran bahasa Indonesia dan bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis berdasarkan teori campur kode yang dikemukakan oleh Suwito (1983) dan Nababan (1984). Hasil analisis menunjukkan bahwa campur kode dalam interaksi kelas umumnya berbentuk penyisipan unsur leksikal berupa kata, frasa, dan klausa dari kedua bahasa yang digunakan. Penggunaan campur kode dilakukan untuk memperjelas makna, membantu pemahaman terhadap istilah atau konsep yang sulit, serta menyesuaikan situasi komunikasi yang terjadi di kelas. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan kemampuan bilingual dosen dan mahasiswa, tetapi juga menegaskan bahwa campur kode memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran bahasa asing di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025