Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit degeneratif kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia, dan seringkali disertai komplikasi Hipertensi. Sekitar 40-80% pasien DM juga menderita hipertensi, dan pasien DM memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan non-DM. Penatalaksanaan kedua penyakit ini umumnya melibatkan polifarmasi (penggunaan lima atau lebih obat), yang meningkatkan risiko terjadinya Drug Related Problems (DRP), terutama interaksi obat. Interaksi obat dapat menyebabkan penurunan efektivitas atau peningkatan toksisitas obat, yang berujung pada kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi interaksi obat pada pasien DM Tipe 2 dengan komplikasi Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan kohort retrospektif. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis 71 pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi (DM Tipe 2 dengan Hipertensi, berusia ≥30 tahun) selama periode Januari–Juni 2025 menggunakan teknik purposive sampling. Interaksi obat potensial dianalisis menggunakan literatur terpercaya (seperti drugs.com/Medscape) dan dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahannya: minor, moderat, dan mayor. Hasil: Dari 71 subjek penelitian, didapatkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (61%) dan berada pada kelompok usia ≥61 tahun (48%). Penggunaan obat antidiabetes paling dominan adalah golongan Biguanide (Metformin, 35%) dan Sulfonilurea (Glimepiride, Gliclazide, Gliquidone, total 36%), yang sering dikombinasikan untuk menghasilkan efek sinergis dalam menurunkan glukosa darah. Kesimpulan: Kajian ini memberikan gambaran tentang potensi interaksi obat pada peresepan pasien DM Tipe 2 dengan Hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya optimalisasi terapi, terutama dalam mengidentifikasi dan meminimalkan risiko interaksi obat, demi peningkatan kualitas pelayanan farmakoterapi.
Copyrights © 2025