Organisasi sebagai sistem terbuka (open system) selalu berinteraksi dengan lingkungannya dan dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi secara dinamis. Ketidakmampuan organisasi dalam mengelola proses adaptasi dapat menimbulkan berbagai permasalahan internal yang berpengaruh terhadap efektivitas dan keberlanjutan organisasi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis teori Open Systems yang dikembangkan oleh Cummings dan Worley dalam konteks intervensi perubahan organisasi melalui model Eight Steps of Change dari John P. Kotter. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber teoretis dan empiris yang relevan mengenai teori sistem terbuka dan manajemen perubahan organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori Open Systems memberikan kerangka konseptual yang komprehensif untuk memahami hubungan antara input, proses, output, dan umpan balik dalam organisasi, sedangkan model Kotter menawarkan panduan strategis dalam mengelola proses perubahan melalui delapan tahapan yang terstruktur. Integrasi kedua model ini memperlihatkan bahwa efektivitas perubahan organisasi bergantung pada kemampuan organisasi untuk mendiagnosis komponen sistemnya secara akurat dan mengimplementasikan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model perubahan organisasi yang adaptif, sistemik, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.
Copyrights © 2025