Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan implikasi Tradisi Wuat Wa’i sebagai sumber daya pedagogis dalam mendukung pendidikan masyarakat Manggarai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi kearifan lokal (indigenous knowledge) untuk membentuk karakter yang utuh di tengah tantangan modernisasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif terhadap berbagai literatur ilmiah, termasuk jurnal, tesis, dan dokumen kebijakan, yang berfokus pada fungsi sosial dan filosofis Wuat Wa’i. Temuan utama menunjukkan bahwa Wuat Wa’i berfungsi sebagai kurikulum hidup (living curriculum) yang menanamkan nilai-nilai fundamental pendidikan. Secara filosofis, praktik kolektif ini mewujudkan prinsip kohesi sosial dan tanggung jawab komunal, yang secara langsung berkontribusi pada penanaman empati (Asi Mese, Agu One) dan integritas melalui kepatuhan terhadap amanah adat. Lebih lanjut, dalam konteks tantangan pendidikan kontemporer, seperti transisi pendidikan jarak jauh , tradisi ini bertindak sebagai kontrol moral dan sumber kekuatan psikologis yang mendalam, secara signifikan meningkatkan resiliensi pelajar dan mengurangi risiko keterasingan (homesickness), sebuah fungsi yang selaras dengan teori fungsionalis Émile Durkheim
Copyrights © 2025