Pendidikan literasi di era global menuntut pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga filosofis dan kontekstual. Trisenta Pendidikan Ki Hajar Dewantara — Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani — menjadi kerangka etis-pedagogis yang dapat memperkuat pembelajaran literasi di sekolah. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis terhadap dokumen kebijakan literasi, teori literasi, serta kontribusi pemikiran Prof. Anas Ahmadi dalam bidang sastra dan budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru dalam literasi, partisipasi siswa, serta dukungan emosional dari lingkungan sekitar sangat memengaruhi efektivitas pembelajaran literasi. Selain itu, pengintegrasian teks sastra dan folklor lokal memberi ruang bagi pendekatan literasi yang lebih humanis, kontekstual, dan membumi. Diperlukan sinergi antara nilai-nilai Trisenta dan strategi literasi nasional untuk membentuk generasi yang literat secara kognitif, emosional, dan budaya.
Copyrights © 2025