Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasinya di daerah pedalaman Kalimantan menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, akses internet, dan sumber daya manusia. Artikel ini membahas strategi sosialisasi Kurikulum Merdeka di wilayah pedalaman Kalimantan, dengan fokus pada pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lokal. Melalui studi kualitatif dan analisis literatur, ditemukan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pemanfaatan kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan sosialisasi kurikulum ini.
Copyrights © 2023