Penelitian ini membahas epistemologi Islam sebagai pendekatan integratif dalam memahami kebenaran melalui empat model utama: bayani, burhani, irfani, dan tajribi. Latar belakang studi ini adalah kebutuhan akan paradigma pengetahuan yang mampu menjembatani dikotomi antara sains dan spiritualitas di tengah krisis epistemologis modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan integratif melalui studi literatur dan analisis komparatif atas pemikiran Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan Fazlur Rahman. Hasilnya menunjukkan bahwa epistemologi Islam menawarkan sintesis pengetahuan yang aplikatif dalam konteks sosial, teknologi, dan pendidikan. Temuan ini menegaskan relevansi epistemologi Islam dalam merespons disrupsi nilai dan fragmentasi ilmu pengetahuan, serta memberikan dasar filosofis dan metodologis untuk pengembangan ilmu berbasis etika spiritual. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan epistemologi Islam kontemporer dengan menawarkan kerangka teoritis untuk rekonstruksi peradaban berbasis integrasi wahyu, akal, intuisi, dan pengalaman.
Copyrights © 2025