Konsep akal dalam tradisi Islam klasik menjadi tema sentral dalam diskursus filsafat, teologi, dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para cendekiawan Muslim klasik mengenai akal, fungsi dan perannya dalam memahami wahyu, serta kontribusinya dalam membentuk fondasi epistemologi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka terhadap karya-karya utama tokohtokoh seperti Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Taimiyah. Hasil awal menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara pendekatan rasional filosofis dan pendekatan sufistik-salafi dalam memahami peran akal. Sekitar 75% teks rujukan menunjukkan bahwa akal diposisikan sebagai alat vital dalam memahami kebenaran, namun tetap dalam kerangka keterbatasannya dibandingkan wahyu. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang utuh terhadap konsep akal dalam Islam dan relevansinya dalam dialog antara nalar dan spiritualitas di masa kini.
Copyrights © 2025