The writing intends to describe the dark portrait offeminist in novel of "Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan"by Abdul Quddus using psychoanalysis theory of Freud. It applies descriptive qualitative method with notingand interview technique, and library research. The analysis found out that there is tussle between id, egoand superego. Id drives and runs based on pleasure principle. Ego becomes response towards consciousand rational reality. Superego drives perfection and works based on ideal principle. The writer finds out thatSuad's willing for being political figure was high, drives his ego to depress his superego against habitualsurrounding. He finally spoils his id by deciding to be carrier woman fully. AbstrakTulisan ini bertujuan menggambarkan potret buram feminis dalam novel "Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan"karya Abdul Quddus dengan menggunakan teori psikoanalisis Freud. Tulisan ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif dengan teknik catat, wawancara, dan studi pustaka. Analisis ini kemudian menemukanterjadi pergumulan antara id, ego dan super ego. Id menampilkan dorongan dan bekerja berdasarkan prinsipkesenangan. Ego merupakan respon terhadap realitas bersifat sadar dan rasional. Sedangkan super egoselalu menginginkan kesempurnaan karena ia bekerja dengan prinsip idealitas. Penulis menemukan bahwakeinginan Suad yang begitu besar untuk menjadi tokoh politik, mendorong egonya senantiasa menekansuper ego dengan menentang kebiasaan yang berlaku di lingkungannya. Sampai akhirnya ia kemudianmemperturutkan idnya dengan memutuskan menjadi wanita karier seutuhnya.
Copyrights © 2013