Sawerigading
Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024

Simbol-Simbol dalam Tuturan Ritual Singgi’ Tedong Pada Upacara Merok Dalam Budaya Toraja Symbols Used in the Ritual Speech of ’Singgi Tedong’ of Merok Ceremony in Torajan Culture

Naomi Patiung (Unknown)
Simon Sitoto (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Yeheschiel B. Marewa (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)
Agussalim Waangsir (Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2024

Abstract

 This article aims to explain the symbols of body parts of buffalo in Singgi' Tedong. Data were obtained using the scrutinized technique, i.e. carefully reading the text 'Singgi' Tedong', identifying, and recording the required data, then translating the text from Torajan into Indonesian. Besides, an in-depth interview technique with Tominaa (traditional experts) and other community figures was carried out to obtain relevant data. From 20 speech in the form of written text, the writer took 15 utterances about the body parts of buffalo selected using purposive sampling technique. These data were analyzed using a descriptive qualitative approach based on Saussure's (1988) semiotic theory to explain the use of sign systems to produce meaning through interpretation. The results of the research show that the body parts of the buffalo in Singgi' Tedong have symbols that have metaphorical meaning about various aspects of Torajan human life, such as symbols about position, function, status, etc. of the family group that carries out the Merok ceremony. AbstrakTulisan ini bertujuan menjelaskan simbol-simbol bagian tubuh kerbau dalam Singgi’ Tedong. Data diperoleh dengan cara metode simak (scrutinized technique) yaitu membaca secara saksama teks ‘Singgi’ Tedong’, mengidentifikasi dan mencatat data-data yang dibutuhkan kemudian menerjemahkan teks dari bahasa Toraja ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu, teknik wawancara yang mendalam (in-depth interview technique) terhadap tominaa (ahli adat) dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya dilakukan untuk memperoleh data yang relevan. Dari 20 teks tuturan, penulis mengambil sampel sebanyak 15 macam tuturan bagian tubuh kerbau yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling technique. Data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori semiotika Saussure (1988) untuk menjelaskan penggunaan sistem tanda untuk menghasilkan interpretasi makna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bagian-bagian tubuh kerbau dalam Singgi’ Tedong  memiliki simbol yang bermakna metaforis tentang berbagai aspek kehidupan manusia Toraja seperti simbol-simbol tentang kedudukan, fungsi, status, dan lain-lain dari rumpun keluarga yang melaksanakan upacaran Merok.  

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

sawerigading

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a ...