Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji analisis tanggapan guru terhadap isu keuangan negara dalam konteks perannya sebagai aktor utama pembangunan bangsa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, data diperoleh dari wawancara mendalam terhadap guru. Lalu menggunakan teknik simak catat untuk menganalisis tanggapan dari guru tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang isu keuangan negara, khususnya alokasi anggaran pendidikan, bukan sebagai beban fiskal, melainkan sebagai investasi jangka panjang. Tiga dimensi utama yang diidentifikasi adalah: kesejahteraan, profesionalisme, dan regenerasi profesi. Guru menekankan bahwa kesejahteraan yang layak, pelatihan berkelanjutan, serta insentif struktural sangat penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan profesi. Selain itu, guru menilai pentingnya keterlibatan masyarakat dan sektor swasta dalam mendukung pembiayaan pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa guru memiliki kesadaran kritis dan sikap proaktif terhadap isu fiskal, serta berperan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan sistem pendidikan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025