Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktor, bentuk, dan dampak pewarisan trauma konflik Aceh dalam empat novel karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif dan didukung oleh teori postmemory. Data berupa narasi, dialog, dan monolog dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf dikumpulkan melalui teknik kepustakaan, baca kritis, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma konflik Aceh diwariskan terutama kepada dua generasi, yaitu generasi pertama yang mengalami kekerasan secara langsung dan generasi 1,5 yang tidak sepenuhnya memahami latar konflik, tetapi terdampak karena hidup dalam situasi kekerasan yang berulang. Pewarisan tersebut sebagian besar berlangsung melalui familial postmemory transmission dalam ruang keluarga dan komunitas, meskipun tidak selalu melalui hubungan sedarah atau keluarga inti. Selain itu, ditemukan pula afiliative postmemory transmission yang ditransmisikan melalui objek dan ruang simbolik, seperti senjata, tempat kejadian kekerasan, dan ruang publik yang menyimpan memori kolektif masyarakat Aceh.
Copyrights © 2025