Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simbol dan Perilaku Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Ragdi F. Daye: Melihat Mimikri dan Ambivalensi Terhadap Budaya Kota yang Modern Komar, Rein De; Prihatiningsih, Titiek
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis tiga cerpen dalam buku kumpulan cerpen Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu karya Ragdi F. Daye. Ketiga cerpen tersebut berjudul “Kubah”, “Di Solok Aku Akan Mati Perlahan”, dan “Seekor Anjing yang Menangis”. Fokus penelitian diarahkan pada representasi mimikri dan ambivalensi masyarakat Minangkabau di kampung terhadap modernitas budaya kota. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menelaah simbol dan perilaku tokoh dalam cerpen. Hasil penelitan menunjukkan bahwa mimikri di dalam cerpen terlihat pada perilaku tokoh dalam meniru budaya kota yang modern dan kebarat-baratan serta perilaku penindasan yang dilakukan oleh tokoh yang memiliki kuasa. Simbol-simbol benda yang modern, mahal, dan buatan luar negeri juga merupakan bentuk mimikri yang muncul di dalam cerpen. Sementara itu ambivalensi muncul dalam perilaku tokoh yang gamang, rasa terasing, kerinduan pada adat, serta penolakan terhadap modernitas. Abstract This study analyzes three short stories in the short story collection Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu by Ragdi F. Daye. The three short stories are entitled “Kubah”, “Di Solok Aku Akan Mati Perlahan”, and “Seekor Anjing yang Menangis”. The focus of the research is directed at the representation of mimicry and ambivalence of Minangkabau society in the village towards the modernity of urban culture. The method used is descriptive analysis by examining the symbols and behavior of the characters in the short stories. The results of the study show that mimicry in the short stories is seen in the behavior of the characters in imitating modern and westernized urban culture as well as oppressive behavior carried out by figures in power. Symbols of modern, expensive, and foreign-made objects are also forms of mimicry that appear in the short stories. Meanwhile, ambivalence appears in the behavior of the characters who are uncertain, a sense of alienation, longing for tradition, and rejection of modernity.
Dari Ingatan Menjadi Dendam: Pewarisan Trauma Konflik Aceh dalam Novel Arafat Nur Alpi Anwar Pulungan; Rein De Komar; Baiq Annisa Yulfana Nalurita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2294

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktor, bentuk, dan dampak pewarisan trauma konflik Aceh dalam empat novel karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif dan didukung oleh teori postmemory. Data berupa narasi, dialog, dan monolog dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf dikumpulkan melalui teknik kepustakaan, baca kritis, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma konflik Aceh diwariskan terutama kepada dua generasi, yaitu generasi pertama yang mengalami kekerasan secara langsung dan generasi 1,5 yang tidak sepenuhnya memahami latar konflik, tetapi terdampak karena hidup dalam situasi kekerasan yang berulang. Pewarisan tersebut sebagian besar berlangsung melalui familial postmemory transmission dalam ruang keluarga dan komunitas, meskipun tidak selalu melalui hubungan sedarah atau keluarga inti. Selain itu, ditemukan pula afiliative postmemory transmission yang ditransmisikan melalui objek dan ruang simbolik, seperti senjata, tempat kejadian kekerasan, dan ruang publik yang menyimpan memori kolektif masyarakat Aceh.