Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Ingatan Menjadi Dendam: Pewarisan Trauma Konflik Aceh dalam Novel Arafat Nur Alpi Anwar Pulungan; Rein De Komar; Baiq Annisa Yulfana Nalurita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2294

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan aktor, bentuk, dan dampak pewarisan trauma konflik Aceh dalam empat novel karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian naratif dan didukung oleh teori postmemory. Data berupa narasi, dialog, dan monolog dalam bentuk kata, kalimat, dan paragraf dikumpulkan melalui teknik kepustakaan, baca kritis, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma konflik Aceh diwariskan terutama kepada dua generasi, yaitu generasi pertama yang mengalami kekerasan secara langsung dan generasi 1,5 yang tidak sepenuhnya memahami latar konflik, tetapi terdampak karena hidup dalam situasi kekerasan yang berulang. Pewarisan tersebut sebagian besar berlangsung melalui familial postmemory transmission dalam ruang keluarga dan komunitas, meskipun tidak selalu melalui hubungan sedarah atau keluarga inti. Selain itu, ditemukan pula afiliative postmemory transmission yang ditransmisikan melalui objek dan ruang simbolik, seperti senjata, tempat kejadian kekerasan, dan ruang publik yang menyimpan memori kolektif masyarakat Aceh.
Metafiksi sebagai Alat Merebut Kedaulatan Eksistensial: Refleksi Identitas Gen-Z dalam Cerpen Mahasiswa Universitas Jambi Alpi Anwar Pulungan; Liza Septa Wilyanti; Rein De Komar; Baiq Annisa Yulfana Nalurita
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10170

Abstract

Sastra metafiksional di perguruan tinggi saat ini berkembang sebagai laboratorium karakter yang menjembatani kecakapan imajinatif dengan kedaulatan subjek di tengah dunia yang kian terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknik metafiksi dalam karya cerpen mahasiswa sebagai refleksi identitas Generasi Z di tengah kepungan simulakra digital. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap 14 naskah cerpen mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Jambi. Analisis dilakukan dengan menerapkan teori metafiksi Patricia Waugh dan konsep simulakra Jean Baudrillard untuk mengidentifikasi tipologi naratif yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan empat pilar utama pemanfaatan metafiksi oleh mahasiswa: (1) otonomi eksistensial melalui perlawanan tokoh terhadap otoritas penulis; (2) dekonstruksi simulakra yang membongkar mekanisme hiperrealitas digital; (3) eksorsisme trauma sebagai ruang katarsis melalui meta-narasi memori; serta (4) simulasi etika untuk menguji integritas moral di era disrupsi informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi Generasi Z, metafiksi berfungsi sebagai mekanisme pertahanan eksistensial untuk merebut kembali agensi dan peran sebagai penulis atas narasi hidup mereka sendiri di tengah realitas yang semu