Penelitian ini membahas pengaruh lingkungan sosial dan teknologi digital dalam pemerolehan bahasa anak di era modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi pola interaksi anak dan keluarga terkait penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memperkaya kosakata dan pemahaman bahasa anak melalui akses konten edukatif, namun penggunaan gadget yang berlebihan mengurangi interaksi sosial langsung yang esensial untuk pengembangan kemampuan berbahasa fungsional dan pragmatik. Fenomena "kebersamaan yang terpisah" menyebabkan keterbatasan latihan bahasa komunikatif anak serta risiko keterlambatan bicara. Simpulan penelitian menegaskan peran penting orang tua dalam mengatur penggunaan teknologi agar menjadi alat pendukung perkembangan bahasa anak secara optimal dan seimbang. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dan lingkungan sosial sebagai ekosistem digital-sosial dalam mendukung pemerolehan bahasa anak.
Copyrights © 2025