Fondasi tiang pancang merupakan elemen penting dalam mendukung struktur bangunan, terutama pada tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah. Fondasi berfungsi sebagai struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur di atasnya ke tanah yang cukup keras sehingga fondasi mampu memikul beban secara aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan jumlah fondasi tiang pancang pada titik B6-BE dalam Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur melalui pendekatan analitik dan pengujian komprehensif lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode API RP2A dan software Tiang, serta pengujian Static Loading Test (SLT) aksial dan lateral. Interpretasi hasil uji pembebanan statik dilakukan dengan metode Davisson, Chin, Mazurkiewicz, dan pendekatan p-y curve. Hasil evaluasi menggunakan software Kelompok Tiang menunjukkan bahwa konfigurasi tiang pancang rencana dengan jumlah 10 tiang mampu menahan beban aksial dan lateral dengan deformasi yang masih berada dalam batas aman, sehingga memungkinkan dilakukannya analisis terhadap konfigurasi tiang yang lebih efisien. Analisis konfigurasi tiang dengan jumlah 9 dan 8 tiang menunjukkan bahwa desain tersebut masih memenuhi kriteria daya dukung aksial, dengan kapasitas masing-masing sebesar 1225,4 kN untuk konfigurasi 9 tiang dan 1374,3 kN untuk konfigurasi 8 tiang. Konfigurasi dengan 7 tiang menghasilkan daya dukung aksial maksimum sebesar 1566,3 kN, yang melebihi daya dukung izin sebesar 1395,5 kN sehingga konfigurasi tersebut dinyatakan tidak aman secara struktural.
Copyrights © 2025