Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Kebutuhan Jumlah Fondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur Puan Padya Pamelagiyanti; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Empung Empung; Yusep Ramdani; Fitriana Sarifah; Herwan Dermawan; Asrinia Desilia
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17523

Abstract

Fondasi tiang pancang merupakan elemen penting dalam mendukung struktur bangunan, terutama pada tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah. Fondasi berfungsi sebagai struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur di atasnya ke tanah yang cukup keras sehingga fondasi mampu memikul beban secara aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan jumlah fondasi tiang pancang pada titik B6-BE dalam Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit di Jakarta Timur melalui pendekatan analitik dan pengujian komprehensif lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode API RP2A dan software Tiang, serta pengujian Static Loading Test (SLT) aksial dan lateral. Interpretasi hasil uji pembebanan statik dilakukan dengan metode Davisson, Chin, Mazurkiewicz, dan pendekatan p-y curve. Hasil evaluasi menggunakan software Kelompok Tiang menunjukkan bahwa konfigurasi tiang pancang rencana dengan jumlah 10 tiang mampu menahan beban aksial dan lateral dengan deformasi yang masih berada dalam batas aman, sehingga memungkinkan dilakukannya analisis terhadap konfigurasi tiang yang lebih efisien. Analisis konfigurasi tiang dengan jumlah 9 dan 8 tiang menunjukkan bahwa desain tersebut masih memenuhi kriteria daya dukung aksial, dengan kapasitas masing-masing sebesar 1225,4 kN untuk konfigurasi 9 tiang dan 1374,3 kN untuk konfigurasi 8 tiang. Konfigurasi dengan 7 tiang menghasilkan daya dukung aksial maksimum sebesar 1566,3 kN, yang melebihi daya dukung izin sebesar 1395,5 kN sehingga konfigurasi tersebut dinyatakan tidak aman secara struktural.
Analisis Stabilitas Galian dengan Menggunakan Metode Secant Pile Tammy Flafiana Nabillah; Iman Handiman; Zakwan Gusnadi; Fitriana Sarifah; Yusep Ramdani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17519

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada galian untuk basement gedung di kawasan padat penduduk daerah Bandung, Jawa Barat. Galian diperkuat menggunakan secant pile karena sifatnya yang fleksibel, minim getaran dan tidak membutuhkan lahan luas, sesuai dengan kondisi dengan bangunan eksisting terdekat pada jarak 24,3 m. Analisis difokuskan pada faktor keamanan, deformasi lateral dan deformasi aksial. Metode elemen hingga digunakan melalui perangkat lunak berbasis elemen hingga dengan peninjauan pada dua potongan, yaitu potongan melintang (potongan 1) dan potongan memanjang (potongan 2). Parameter tanah yang digunakan diperoleh dari uji lapangan SPT dan uji laboratorium pada empat titik bor log dengan kedalaman muka air tanah bervariasi, yaitu 1,2 m, 3,3 m, 0,8 m dan 2 m pada masing-masing titik bor log. Kondisi tanah sekitar galian hingga kedalaman secant pile berdiameter 60 didominasi oleh tanah lunak, dengan kedalaman galian 4,5 m dan panjang secant pile 9 m. Hasil analisis menunjukkan nilai faktor keamanan pada galian potongan 1 sebesar ,934 ( 1,5) dan pada potongan 2 sebesar 1,946 ( 1,5) serta FK terhadap heave, blow-in dan piping  berturut-turut sebesar 1,6 ( 1,25), 1,274 ( 1,25) dan 1,66 ( 1,5). Deformasi lateral yang terjadi pada dinding secant pile sebesar 4,16 cm ( 4,5 cm) pada potongan 1 dan 4,22 cm ( 4,5 cm) pada potongan 2 serta deformasi aksial (penurunan tanah di area sekitar galian) potongan 1 sebesar 0,03 cm dan 0,27 cm pada potongan 2. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan galian dengan perkuatan secant pile aman sesuai dengan batas izin geoteknik.
Perencanaan Struktur Gedung Serbaguna Menggunakan Elemen Struktur Baja Azmi Rosanti Alya; Yusep Ramdani; Rosi Nursani; Intan Nuriskha Rachma; Sri Wanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17612

Abstract

Perkembangan populasi dan kemajuan zaman mendorong peningkatan kebutuhan bangunan serta kemajuan sektor konstruksi di Indonesia, terutama dalam penggunaan material yang semakin beragam seperti material baja. Material baja sendiri memiliki berbagai variasi bentuk, seperti baja profil Wide Flange (WF) dan profil  yang mengalami bentuk modifikasi dari material baja itu sendiri yaitu jenis profil kastela. Profil kastela meningkatkan kekuatan inersia dan kapasitas penampang secara signifikan tanpa menambah berat, sehingga kemampuan menahan beban menjadi lebih besar. Struktur portal baja dengan sistem gable frame merupakan salah satu alternatif desain bangunan untuk bentang lebar, seperti gedung serbaguna. Perencanaan struktur gedung serbaguna bentang 25 m menganalisis perbandingan antara dua jenis profil baja yang digunakan pada elemen rafter WF 350.350.12.19 dan kastela HC 525.350.12.19 hasil modifikasi dari profil WF. Analisis kekuatan penampang dilakukan dengan metode Load Resistance and Factor Design (LRFD) berdasarkan SNI 1729:2020 dengan software struktur untuk memperoleh respon struktur secara keseluruhan. Jenis sambungan yang direncanakan meliputi sambungan rafter balok-balok, rafter balok-kolom, dan base plate.  Hasil analisis profil balok rafter kastela mengalami peningkatan kapasitas momen nominal sebesar 51,97% dibandingkan profil aslinya. Evaluasi respon struktur pada dua jenis balok rafter menghasilkan perbedaan kinerja yang cukup signifikan, balok rafter kastela displacement maksimum, lendutan, serta periode alami struktur yang terjadi lebih kecil dari balok rafter WF, sehingga struktur dengan balok kastela menunjukkan perilaku yang lebih kaku. Dengan demikian, meskipun profil kastela memiliki kekakuan yang lebih tinggi, profil ini juga memberikan kapasitas penampang yang lebih besar sehingga mampu menahan beban yang bekerja dengan lebih efisien.
Perencanaan Struktur Portal Beton Bertulang Menggunakan Metode Elemen Hingga Nur Ilham Sulaeman; Yusep Ramdani; Mohammad Syarif Al-Huseiny; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17630

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk Kota Tasikmalaya pada tahun 2022–2023 mengalami peningkatan signifikan, sehingga pembangunan gedung bertingkat diimplementasikan sebagai solusi ekspansi vertikal guna memitigasi kepadatan bangunan. Analisis perencanaan struktur diperlukan untuk memastikan kapasitas daya dukung sebelum konstruksi dilaksanakan. Penelitian ini memanfaatkan perangkat lunak Metode Elemen Hingga (MEH) Sederhana dan MEH Tingkat Lanjut guna mengoptimalkan desain struktur melalui penerapan Metode Elemen Hingga (MEH). MEH Tingkat Lanjut dipilih untuk meningkatkan efisiensi perencanaan struktur kompleks dengan kemampuan pemodelan material lanjut. MEH sebagai basis metodologi memodelkan struktur melalui asemblase elemen-elemen sederhana, yang diimplementasikan secara lebih granular dalam MEH Tingkat Lanjut. Hasil verifikasi komparatif antarperangkat lunak menunjukkan reaksi pada perletakan struktur sebesar 2,14% (FX) dan 5% (FY). Deviasi tegangan rata-rata tercatat 4,40% (pelat), 3,28% (balok), dan 5,13% (kolom), dengan displacement tiap lantai di bawah 5%. Variasi ini disebabkan perbedaan parameter input, khususnya penambahan properti plastisitas pada MEH Tingkat Lanjut, perbedaan pemodelan geometri, serta divergensi konfigurasi mesh. Dimensi elemen final yang dihasilkan meliputi kolom 650×650 mm (lantai 1–2) dan 500×500 mm (lantai 3–5), balok 350×500 mm, serta pelat 120 mm. Material struktur menggunakan beton fc' 29,05 MPa (K350), tulangan utama fy 420 MPa (D26 untuk kolom-balok; D16 untuk pelat), dan tulangan sengkang fy 280 MPa (D16).