Penelitian ini bertujuan untuk Menginternalisasi Kearifan lokal masyarakat Melayu Bangka melalui Pengembangan Cerita Anak dengan memanfaatkan Teknologi Augmented Reality sebagai Penguatan Literasi Siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil penelitian dari pengembangan cerita anak dengan menginternalisasi kearifan lokal masyarakat Melayu menunjukkan bahwa hasil persentase validasi media 87% kategori sangat layak, persentase ahli materi 86% dengan kategori sangat praktis, ahli bahasa 87% kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas menunjukkan angka 84, 62% dengan kategori sangat layak, dan pada uji coba luas data efektivitas menujukkan angka 91%, terjadi peningkatan yang mengonfirmasi konsistensi efektivitas buku cerita di berbagai konteks penggunaan yang lebih luas. Pengujian terbatas dan luas menunjukkan kepraktisan sebesar 84,62% dan 91%, hal ini berarti buku cerita tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan literasi pada anak-anak dalam jenjang pendidikan B2-B3 tetapi juga berhasil memperkenalkan dan menginternalisasi kearifan lokal Bangka dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa buku cerita anak dengan internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Melayu Bangka ini sangat layak untuk diterapkan secara luas sebagai media penguatan literasi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Cerita Anak, Augmented Reality
Copyrights © 2025