Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Complex Training dan Resistance Band Training terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi pada atlet junior Taekwondo dengan kategori power otot tungkai tinggi dan rendah. Desain penelitian menggunakan eksperimen faktorial 2×2 dengan 20 atlet putri berusia 15–17 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kategori power otot tungkai ditentukan menggunakan Margaria-Kalamen Test. Subjek dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan, masing-masing menjalani program latihan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Kecepatan tendangan dollyo chagi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Dollyo Chagi Speed Test. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk, Levene’s Test, Paired Sample T-Test, dan One Way ANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan kecepatan tendangan pada semua kategori power otot tungkai (p < 0,05). Complex Training memberikan peningkatan lebih besar pada atlet dengan power tinggi, sementara Resistance Band Training menunjukkan hasil yang lebih merata dan efektif pada atlet dengan power rendah. Analisis interaksi mengindikasikan adanya perbedaan respons berdasarkan kategori power, menegaskan pentingnya penyesuaian program latihan sesuai kondisi fisik awal atlet. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan Complex Training untuk atlet dengan power tinggi dan Resistance Band Training untuk atlet dengan power rendah, sebagai strategi peningkatan kecepatan tendangan yang terarah dan berbasis bukti.
Copyrights © 2025