Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya keterampilan pengolahan hasil pertanian terumata cabe, kentang, dan ubi jalar. Hasil tani yang melimpah ketika musim panen tidak mampu diserap seluruhnya oleh pasar sehingga banyak hasil panen yang terbuang dan membusuk. Metode yang ditawarkan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan kelompok tani melalui pelatihan olahan kreatif hasil tani. Olahan kreatif yang dimaksud adalah mengolah cabai menjadi sambel, serta kentang, ubi jalar, dan wortel menjadi keripik dengan memanfaatkan teknologi mesin. Pelatihan dilaksanakan sebanyan tiga pertemuan. Pertemuan pertama berjumlah 17 orang peserta, pertemuan kedua 12 orang peserta. Pada pertemuan ketiga berfokus pada evaluasi kegiatan sehingga yang ditemui hanya ketua kelompok tani. Pelatihan diawali dengan kegiatan sosialisasi, praktek langsung, evaluasi. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan digunakan observasi dan wawancara. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan pengolahan hasil pertanian berupa pembuatan sambel dan keripik, serta penguasaan pemanfaatan teknologi mesin dalam produksi.
Copyrights © 2025