Permasalahan utama di Kenagarian Aur Duri, Kecamatan Surantih, Pesisir Selatan, adalah rendahnya literasi al-Qur'an yang dipicu oleh kualitas pembelajaran TPQ yang belum memadai. Guru-guru TPQ masih menerapkan proses pembelajaran yang sederhana dan kurang efektif, tanpa didukung media, kurikulum, dan bahan ajar yang terstruktur. Secara empiris, kondisi ini terkonfirmasi dari asesmen awal yang menunjukkan bahwa 75% guru belum memiliki kompetensi mengajar yang layak dan diperparah oleh ketiadaan lembaga manajemen yang menaungi perkumpulan guru TPQ di nagari tersebut. Menanggapi permasalahan ini, Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Guru TPQ. Metode Kegiatan yang digunakan meliputi seminar, sesi praktik (simulasi mengajar), dan diskusi terfokus mengenai teknik pembelajaran al-Qur'an modern, penyusunan bahan ajar, serta perintisan struktur manajemen lembaga TPQ. Hasil dari kegiatan ini membuktikan peningkatan kompetensi guru secara signifikan. Peningkatan ini ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 30 poin dan keberhasilan 90% peserta dalam menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta mengenai urgensi pembentukan lembaga manajemen TPQ. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa intervensi melalui pelatihan yang didukung data empiris merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas guru dan manajemen lembaga TPQ, yang menjadi fondasi utama untuk memberantas rendahnya literasi al-Qur'an di Kenagarian Aur Duri secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025