Penelitian ini mengeksplorasi peran krusial kompetensi non-teknis, atau soft skills, bagi lulusan Pendidikan Teknik Mesin yang bertransisi ke peran pengajar di tengah Revolusi Industri 4.0. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini mensintesis delapan artikel yang telah ditelaah sejawat (peer-reviewed) yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024 untuk mengevaluasi persyaratan dan tantangan saat ini. Temuan menunjukkan bahwa atribut seperti adaptabilitas, etika digital, dan pemecahan masalah secara kolaboratif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi persyaratan utama bagi pendidik modern. Bukti statistik menunjukkan bahwa sekitar 70% pemangku kepentingan mengidentifikasi keterampilan ini sebagai prediktor paling signifikan bagi pencapaian profesional, yang seringkali melampaui kemahiran teknis semata. Terlepas dari tingkat kepentingannya, analisis ini mengidentifikasi adanya ketidakselarasan yang terus berlanjut antara kurikulum yang berpusat pada hard-skill di banyak institusi teknik dengan kebutuhan dinamis tenaga kerja modern. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan vokasi harus mengadopsi strategi instruksional yang inovatif, termasuk Project-Based Learning dan simulasi terintegrasi teknologi, untuk mencetak generasi guru yang mampu menghadapi disrupsi digital.
Copyrights © 2025