Keseimbangan pemahaman akidah menjadi aspek penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya terkait isu klasik mengenai hubungan kehendak Tuhan dan usaha manusia sebagaimana diperdebatkan dalam aliran Jabariyah dan Qadariyah. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pemahaman moderat antara kedua pandangan tersebut dapat ditanamkan sebagai strategi dalam memperkokoh akidah peserta didik. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, penelitian ini melibatkan guru PAI serta siswa pada tingkat pendidikan menengah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sentral dalam mengarahkan siswa pada pandangan yang proporsional yaitu meyakini bahwa manusia diberi kemampuan berusaha, namun tetap berada dalam kehendak dan ketetapan Allah. Sikap moderat ini membantu siswa menghindari pemahaman yang terlalu deterministik seperti dalam Jabariyah, maupun pandangan yang menonjolkan kebebasan mutlak sebagaimana Qadariyah. Penerapan moderasi terlihat melalui pengintegrasian nilai-nilai akidah dalam pembelajaran, penggunaan metode diskusi dan pendekatan kontekstual, serta pembinaan karakter religius yang berimbang. Dampak positifnya tampak pada penguatan keyakinan, meningkatnya kedewasaan berpikir teologis, dan kemampuan siswa memadukan iman, doa, serta ikhtiar dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa internalisasi pemahaman moderat mampu menjadi landasan penting dalam membangun akidah yang kuat di tengah tantangan era modern.
Copyrights © 2025