Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra agroforestri kopi pada kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan potensi produksi kopi robusta dan arabika yang signifikan. Proses honey sosoh menghasilkan biji kopi berkualitas, namun juga menimbulkan limbah kulit kopi (cascara) yang belum dimanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Cascara mengandung senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti teh herbal dan eco-enzyme berbasis kulit kopi ceri. Melalui pendekatan circular economy, limbah cascara diubah menjadi sumber daya baru yang mendukung keberlanjutan pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Agroforestri Lestari pada tanggal 26 Juli 2025 melalui metode penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cascara menjadi teh herbal serta produk eco-enzyme. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dan antusiasme dalam mengembangkan produk turunan, termasuk sabun, pupuk organik cair (POC), dan sanitizer. Implementasi circular economy pada pengolahan cascara terbukti mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi produk ramah lingkungan yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Copyrights © 2025