Penyakit Menular Seksual (PMS) masih menjadi tantangan kesehatan global dengan dampak yang signifikan, khususnya pada ibu hamil dan janin. Penularan dari ibu ke anak dapat menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan, antara lain keguguran, persalinan prematur, infeksi bawaan, hingga kematian bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai PMS dan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan triple eliminasi terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bandar Setia, wilayah kerja Puskesmas Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan melibatkan 46 ibu hamil. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dengan media leaflet, pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test, serta pemeriksaan menggunakan rapid diagnostic test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 21 peserta (45,6%) memiliki pengetahuan yang kurang, setelah dilakukan edukasi, terdapat 2 orang (4,3%) yang masih berpengetahuan kurang. Pemeriksaan triple eliminasi mendeteksi 2 orang (4,4%) menunjukkan hasil yang diduga reaktif terhadap HIV. Selain itu, ditemukan pula 4 ibu hamil (8,6%) dengan indikasi positif sifilis, serta 1 orang (2,2%) yang diduga terinfeksi hepatitis B. Adapun 39 responden lainnya (84,8%) dengan hasil non-reaktif. Temuan ini menegaskan pentingnya pelaksanaan skrining rutin bagi ibu hamil serta peran edukasi dalam mencegah penularan vertikal PMS. Kegiatan ini memberikan bukti bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi dan pemeriksaan triple eliminasi sangat efektif dalam mendukung upaya eliminasi penularan PMS dari ibu ke anak. Diperlukan sinergi berkelanjutan antara petugas kesehatan, kader masyarakat, dan lembaga pendidikan guna memperluas cakupan kegiatan serta menjamin keberlanjutan program di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025