Penelitian mengenai tata kelola pemerintahan nagari telah banyak dilakukan, namun kajian yang secara khusus menelaah peran Wali Nagari dalam pengelolaan administrasi pada konteks lokal tertentu, seperti Nagari Kayu Tanam, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran Wali Nagari dalam pengelolaan administrasi pemerintahan, sekaligus mengidentifikasi upaya strategis yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola administrasi nagari. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan Wali Nagari, Sekretaris Nagari, Kepala Urusan, dan staf administrasi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wali Nagari menjalankan empat fungsi utama dalam pengelolaan administrasi, yaitu pengaturan, koordinasi, pengawasan, dan pembinaan, yang secara keseluruhan berkontribusi pada meningkatnya ketertiban dan akuntabilitas administrasi nagari. Temuan juga mengungkap bahwa upaya strategis berupa evaluasi rutin, penerapan regulasi, penguatan SDM, dan pengawasan berlapis menjadi faktor penting dalam menciptakan tata kelola administrasi yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap kajian kepemimpinan pemerintahan lokal serta implikasi praktis bagi penguatan administrasi nagari di tingkat daerah.
Copyrights © 2025